BeKraf Resmi Luncurkan ‘IKKON 2017’

By on July 10, 2017

BeKraf-IKKON 2017-Photo 3

IKKON 2017, yakni sebuah program inspiratif untuk dukung percepatan pengembangan industri ekonomi kreatif di beberapa kota di Indonesia, resmi diluncurkan. Kali ini, 5 kota terpilih yaitu Bojonegoro, Banyuwangi, Banjarmasin, Toraja Utara, dan Belu, mendapat bimbingan pemberdayaan kolaborasi di bidang ekonomi kreatif.

Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Republik Indonesia sejak tahun lalu telah menggulirkan sebuah program yang inspiratif bertajuk IKKON (Innovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara) sebagai bagian dari pengembangan Ekonomi Kreatif. Pada peluncuran program IKKON 2017 kali ini dikukuhkan langsung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraft) Indonesia, Triawan Munaf, bertempat di XXI Club, Djakarta Theatre, Jakarta.

IKKON merupakan sebuah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal. Dalam pelaksanaannya diharapkan para peserta program ‘IKKON’ dan masyarakat lokal dapat saling berbagi, berinteraksi, bereksplorasi, dan berkolaborasi, sehingga masing-masing pihak yang terlibat dapat saling memperoleh manfaat secara etis (Ethical Benefit Sharing) berkelanjutan.

IKKON berkaitan dengan Nawa Citaatau sembilan cita cita dari pemerintahan Jokowi – JK yakni Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Butir ke tiga tersebut diterjemahkan oleh masing-masing Kementerian dan Lembaga Negara sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan kegiatan yang menyentuh akar rumput.

“Badan Ekonomi Kreatif atau BEKRAF mengimplementasikan butir ke tiga dari Nawa Cita tersebut salah satunya dengan program IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara). Kegiatan ini berintikan live in designer atau menempatkan para desainer yang berbasis urban- akademis untuk berkolaborasi dengan perajin lokal yang berbasis rural – komunitas,” ucap Triawan Munaf.

Program IKKON merupakan kegiatan yang bersifat komprehensif karena melibatkan beberapa personil dengan berbagai latar belakang pendidikan dalam satu tim, juga berkesinambungan dalam jangka waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 5 bulan. Oleh karena itu, dalam rekruitmen pesertanya diberlakukan syarat yang cukup ketat, karena menyangkut tanggung jawab, komitmen dan kemampuan kerja dalam tim.

Saat ini sedang dipersiapkan wadah untuk para alumni IKKON dalam bentuk Koperasi (KOPIKKON), agar kolaborasi yang telah dirintis antara tim IKKON terdahulu dengan pelaku kreatif di daerah-daerah  kegiatan IKKON dapat terus berlanjut. Dengan demikian diharapkan melalui KOPIKKON dampak daya jangkau dari pengembangan ekonomi kreatif  tidak saja hanya dirasakan di kota kota besar, namun merata hingga di daerah daerah.

Karya dari hasil kolaborasi program IKKON yang mempunyai kekuatan lokal namun memiliki kebaruan baik bentuk mau pun fungsi, atau dalam bentuk service design baru,  diharapkan dapat memberikan peningkatan kualitas yang memberi nilai tambah baik secara sosial mau pun ekonomi.

BeKraf-IKKON 2017-Photo 1

Beberapa produk IKKON 2016 telah diakui kualitasnya melalui beberapa pameran luar negeri. Sebagai contoh, desain motif dari Sylvie Arizkyani yang diwujudkan melalui keterampilan membatik Ibu Tarkinah dari Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah telah terpilih oleh kurator untuk ditampilkan di Salone del Mobile Milano Italia. Sedangkan karya perlengkapan makan dari bambu hasil kolaborasi pelaku kreatif lokal dengan Tim IKKON di Ngada, Nusa Tenggara Timur telah mendapatkan penghargaan The Best Show pada Chiang Mai Design Week.

Dengan adanya penghargaan internasional ini, tentunya memberikan dampak kepercayaan dari pasar atau konsumen, sehingga hasil-hasil karya kolaborasi pada program IKKON juga dapat memberikan dampak peningkatan harga atas produk dimaksud. Hal ini tentunya meningkatkan penghasilan para pelaku kreatif di daerah.

Salah satu nilai lebih dari program IKKON ini adalah ethical benefit sharing atau saling memperoleh manfaat secara etis. Sehingga para desainer mendapatkan royalti atas Hak Ciptanya, sementara para pelaku kreatif lokal memperoleh hak jasa produksi yang layak. Ini merupakan penghargaan kepada kedua belah pihak yang akan terus didorong pada setiap kesempatan program dan kegiatan BEKRAF dalam rangka membangun ekosistem ekonomi kreatif.

Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan, Abdur Rohim Boy Berawi, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan IKKON kali ini akan berlangsung di 5 kota, yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kota Banjarmasin, Kabupaten Belu, dan Toraja Utara. “Tiap tim akan terdiri dari dua belas orang dengan komposisi terdiri dari berbagai profesi di bidang yakni desain interior, desain komunikasi visual, fashion, desain produk, desain tekstil, dan arsitektur. Selain itu juga profesi di bidang non desain yaitu: antropologi/sosiologi, manajer proyek, business advisor, spesialis media, videografi, dan fotografi”.

Setiap tim yang didampingi seorang mentor tersebut akan ke lokasi pelaksanaan dalam empat tahap masing-masing: Keberangkatan I untuk survei potensi (10 – 23 Juli 2017), Keberangkatan II untuk perencanaan Desain (11 – 22 Agustus 2017), Keberangkatan III untuk pembuatan prototype (11 – 22 September 2017) dan keberangkatan IV untuk pameran (11 – 23 Oktober 2017)

Program IKKON 2017 telah didahului dengan pengumuman pendaftaran calon peserta di website milik BEKRAF untuk perekrutan calon peserta mulai dari Maret hingga 7 April 2017. Peserta yang mendaftar secara online sebanyak 460 orang dan yang terseleksi secara administrasi untuk mengikuti seleksi wawancara sebanyak 164 orang. Dari jumlah tersebut, terseleksi untuk mengikuti Asesmen sebanyak 100 orang. Dari hasil assemen, Panitia Pengarah menentukan sebanyak 60 orang peserta IKKON 2017 yang akan dibagi menjadi 5 tim untuk ditempatkan di 5 daerah.

Dalam akhir kata sambutannya, Triawan Munaf berharap IKKON dapat menumbuh kembangkan perekonomian baru di daerah pedesaan. “Sebagaimana harapan Presiden RI bahwa ekonomi kreatif harus jadi tulang  punggung ekonomi Indonesia. Hal ini bukan lagi mimpi karena sudah terbukti dan dapat kita lakukan secara bersama-sama,” tutupnya.

Teks Irfan Hidayat Foto Dok. BeKraft

Editor Irfan Hidayat

About Rumah Guide